Selasa, 23 Oktober 2012

Hakikat Bimbingan di Sekolah Dasar





Faktor utama yang melandasi kebutuhan akan layanan bimbingan disekolah dasar ialah faktor karakteristik dan masalah perkembangan siswa. Pendekatan perkembangan dalam bimbingan merupakan pendekatan yang tepat digunakan disekolah dasar karena pendekatan ini lebih berorientasi kepada penciptaan lingkungan perkembangan bagi siswa, dan berdasarkan kepada suatu program layanan yang terstruktur dan sistematis.
Bimbingan yang berorientasi pendekatan perkembangan bersifat lebih proaktif dibanding dengan bimbingan yang berorientasi remediatif dan preventif. Bimbingan perkembangan terfokus kepada upaya mengembangkan kemampuan, sikap, dan keterampilan siswa yang mendukung keberhasilan siswa dalam belajar dengan cara menciptakan lingkungan perkembangan. Ada empat komponen pokok dalam program bimbingan perkembangan:
a.      Layanan dasar bimbingan
b.      Layanan responsif
c.       Perencanaan individual
d.      Pendukung sistem

Kedudukan Bimbingan di Sekolah Dasar
Bimbingan di Sekolah Dasar merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Bimbingan sendiri dapat diberikan oleh guru pembimbing.
Hubungan Bimbingan dengan Kurikulum
Secara umum dapat dikatakan bahwa hubungan bimbingan denan kegiatan kurikuler disekolah terletak dalam dua hal pokok. Pertama, bimbingan merupakan piranti (instrumen) untuk memahami rentang kecakapan, prestasi, minat, kekuatan, kelemahan, masalah, dan karakteristik perkembangan siswa sebagai segi-segi esensi yangmendasar dalam perencanaan kegiatan kurikuler. Kedua, bimbingan membantu siswa dalam memahami dan memasuki kegiatan belajar yang disediakan dalam pengalaman kurikuler itu.
Pendekatan Perkembangan dalam Bimbingan
 Ada empat pendekatan yang dapat dirumuskan sebagai pendekatan dalam bimbingan, yaitu pendekatan: Krisis; Remedial; Preventif; Perkembangan (Myrick dalam Muro & Kottman, 1995).

Sumber: Sunaryo Kartadinata dan Nani M. (2002). Bimbingan Disekolah Dasar. Bandung: CV. Maulana-Bandung

Jumat, 19 Oktober 2012

Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD


Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa perkembangan anak yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupannya. Oleh karena itu, pada masa ini  seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal.
Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu, perkembangan anak dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi, dan mandiri.
Perkembangan anak usia 6-8 tahun dari sisi emosi antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang konsep nilai misalnya benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.

Sumber: ----. (2008). Karakteristik Perkembangan Anak Usia SD. [Online]. http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/20/karakteristik-perkembangan-anak-usia-kelas-awal-sd-serta-pembelajaran-tematik-keuntungan-penggunaan. Diakses 19 Oktober 2012.

Senin, 15 Oktober 2012

Tujuan dan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI



A.    Tujuan
Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.       Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya
2.      Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3.      Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat
4.      Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan
5.      Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam
6.     Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
7.      Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.
B.    Ruang Lingkup
1.         Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut.
Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan
2.        Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
3.        Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana
4.        Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
Sumber:

Arini. (2011). Tujuan dan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI. [Online]. http://arinil.wordpress.com/2011/01/30/tujuan-dan-ruang-lingkup-mata-pelajaran-ilmu-pengetahuan-alam-sdmi/. 15 Oktober 2012.