Senin, 10 Desember 2012

Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra


Tunanetra

anak tunanetra adalah individu yang indera penglihatannya (kedua-duanya) tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti orang awas.

Faktor Penyebab ketunanetraan
a.      Pra-natal: keturunan, pertumbuhan seorang anak dalam kandungan, cacar air, TBCn.
b.      Post-natal: Kerusakan mata saat persalinan, penyakit keturunan.
Dampak Tunanetra
a.      Positif: kepekaan suara, peraba, ingatan, musik
b. Negatif: Sikap tidak keberdayaan, perbedaan waktu, kognitif terhambat karena ketunanetraannya,

Hak-hak anak tunanetra: Berasarkan UU RI no. 14 tahun 1997 pasal 5 dan 6, yaitu: hak hidup, kewarganegaan, menikah dan berkeluarga, kebebasan berfikir dan berpendapat.

Layanan ABK tunanetra:
a.      Keterbatasan pengalaman baru, berinteraksi dengan lingkungan.
b.      Alat pendidikan khusus: brille, dsb.
c.      Alat bantu: kaset, kamus bicara, tulisan brille.
d.     Alat peraga: peta timbul, globe timbul.

Tenaga kependidikan : guru, psikologi, dokter mata, optometris
Jenjang pendidikan: TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB.

Bentuk Layanan:
a.      bimbingan mengenal situasi sekolah
b.      menumbuhkan kembangkan perasaan nyaman, aman
c.      melatih kepekaan indera tubuh yang masih berfungsi
d.     melatih keberaniaan untuk mengenal hal-hal baru
e.      menumbuhan kepercayaan diri dan kemandirian
f.        melatih pergerakan anak
g.      memberikan pendidikan etika dan kesantunan
h.     kelompok anak tunanetra dalam kelompok beragam
Implementasi layanan pendidikan:
a.      modifikasi aktivitas visual
b.      metode ceramah
c.      metode demonstrasi
Pendekatan:
a.      Verbal/ lisan
b.      Pengalamn konkrit/ kontak langsung
c.      stimulasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar